Bagaimana membedakan berbisnis yang Islami dengan yang non-Islami? M. Ismail Yusanto dan M. Karebet W dalam bukunya “Menggagas Bisnis Islami”, diterbitkan Gema Insani Press Jakarta, 2002, memberikan panduan ringkas sebagai berikut.

ISLAMI KARAKTERISTIK BISNIS NON-ISLAMI
Aqidah Islam (nilai-nilai transendental) ASAS Sekulerisme (nilai-nilai material)
Dunia-Akhirat MOTIVASI Dunia
Profit dan benefit, pertumbuhan, keberlangsungan, keberkahan ORIENTASI Profit, pertumbuhan, keberlangsungan
Tinggi, bisnis adalah bagian dari ibadah ETOS KERJA Tinggi, bisnis adalah kebutuhan duniawi
Maju dan produktif, konsekwensi keimanan dan manifestasi kemusliman SIKAP MENTAL Maju dan produktif sekaligus konsumtif, konsekwensi aktualisasi diri
Cakap dan ahli dibidangnya, konsekwensi dari kewajiban seorang muslim KEAHLIAN Cakap dan ahli dibidangnya, konsekwensi dari reward & punishment
Terpercaya dan bertanggungjawab, tujuan tdk menghalalkan cara AMANAH Tergantung kemauan individu (pemilik kapital), tujuan menghalalkan cara
Halal MODAL Halal dan haram
Sesuai dengan akad kerjanya SDM Sesuai dengan akad kerjanya atau sesuai keinginan pemilik modal
Halal SUMBERDAYA Halal dan haram
Visi dan misi organisasi terkait erat dengan misi penciptaan manusia di dunia MANAJEMEN STRATEGIK Visi dan misi organisasi ditetapkan berdasarkan pada kepentingan materi belaka
Jaminan halal bagi setiap masukan, proses & keluaran, mengedepankan produktivitas dalam koridor syariah MANAJEMEN OPERASI Tidak ada jaminan halal bagi setiap masukan, proses & keluaran, mengedepankan produktivitas dalam koridor manfaat
Jaminan halal setiap masukan, proses & keluaran keuangan MANAJEMEN KEUANGAN Tidak ada jaminan halal bagi setiap masukan, proses & keluaran keuangan
Pemasaran dalam koridor jaminan halal MANAJEMEN PEMASARAN Pemasaran menghalalkan cara
SDM profesional & berkepribadian Islam, SDM adalah pengelola bisnis, SDM bertanggungjawab pada diri, majikan & Allah swt. MANAJEMEN SDM SDM profesional & SDM adalah faktor produksi, SDM bertanggungjawab pada diri, dan majikan