Wahai saudaraku..

Tahukah engkau kedudukan cinta & benci yang tertinggi
Yang menjadikan kita mampu
Mendudukkan rasa cinta & benci dalam porsi yang pas
Hingga mengiringi sikap kedewasaan kita
Adalah perasaan suka, cinta.. benci
Pastilah manusia pun memiliki
Karena sesungguhnya
Allah telah memberikan potensi tersebut bagi kita

Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah

Sesungguhnya….
Bagaimanakah seharusnya kita mendudukkan rasa cinta & benci?
Sungguh.. mampukan kita menempatkan
Rasa cinta hanya karena Allah
Juga rasa benci hanya karena-Nya
Niscaya kita khan bahagia…
Cinta karena Allah adalah mencintai hamba Allah
karena keimanannya kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya.
Benci karena Allah adalah membenci hamba Allah
disebabkan kekufuran dan perbuatan maksiatnya.
Tahukah engkau wahai saudaraku?
Saat kita mampu mencintai orang2 beriman
yang senantiasa taat kepada Allah
maka sungguh pahala besar lagi berlipat khan tercurah
Berikut ini adalah dalil-dalil yang menerangkannya…
Adalah hadist dari Abu Hurairah
yang telah disepakati al-Bukhary & Muslim
Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam bersabda:
~ “Ada 7 golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya
Pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya,yaitu…
[1]Pemimpin yang adil
[2]Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya
[3]Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan Masjid
[4]Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul & berpisah karena Allah
[5]Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan cantik & berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata, “Aku takut kepada Allah”
[6]Seorang yang memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya
[7]Seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya.”~
Dalam riwayat Muslim yang lain, hadist dari Abu Hurairah
Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam bersabda:
Sesungguhnya kelak di hari kiamat, Allah akan berfirman, “Dimana orang2 yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepada-Nya dalam naungan-Ku
di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Ku”
“Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. Apakah tidak perlu aku tunjukkan pada satu perkara, jika kalian melakukannya, maka niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian…”
Hadist dari Umar bin Khattab, diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Bar dalam at-Tamhid Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam bersabda:
Allah mempunyai hamba-hamba yang bukan nabi & bukan syuhada,
tapi para nabi & syuhada tertarik oleh kedudukan mereka di sisi Allah.
Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, siapa mereka & bagaimana amal mereka?
Semoga saja kami bisa mencintai mereka.”
Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam bersabda,
“Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai dengan karunia dari Allah.
Mereka tidak memiliki hubungan nasab & tidak memiliki harta yang mereka kelola bersama. Demi Allah mereka adalah cahaya & mereka kelak akan ada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak merasa takut ketika banyak manusia merasa takut.
Mereka tidak bersedih ketika banyak manusia bersedih”
Kemudian Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam membacakan firman Allah:
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu,
tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (TQS Yunus :62)
Alhamdulillaah, Segala puji bagi Allah
Telah kita ketahui bersama
Di antara dalil-dalil tersebut di atas
Sungguh, telah menunjukkan kepada kita
tentang betapa tinggi kedudukan hubbu fillaah
Untuk itu, tersebut di bawah ini adalah
dalil-dalil yang menunjukkan rasa benci yang kita milikipun
haruslah mampu kita tempatkan..
sebab benci hanya karena-Nya..
QS Al Mumtahanah : 1
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad),karena rasa kasih sayang
padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang.
Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
Al Imran : 118
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
Al-Imran : 119
Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu.” Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.
Ath-Thabari meriwayatkan dengan isnad yang baik dari Ali Radhiyallaahu anhu,
Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wasallam bersabda:
Ada tiga perkara yang merupakan hak yaitu
Allah tidak akan menjadikan orang yang mempunyai andil dalam Islam
seperti orang yang tidak mempunyai andil apapun.
Dan tidaklah seorang hamba menjadikan Allah sebagai kekasihnya
lalu dia menjadikan yang lain sebagai kekasihnya.
Serta tidak ada seorang yang mencintai suatu kaum
kecuali ia akan dikumpulkan bersama mereka.
At-Tirmidzi telah mengeluarkan hadist, beliau berkomentar “Hadist ini hasan”,
dari Muadz bin Anas al-Juhani, Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang memberi karena Allah, tidak memberi karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah dan menikah karena Allah, berarti telah sempurna imannya.”
Riwayat Imam Muslim, dari Abu Hurairah, Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wasallam bersabda:
Apabila Allah membenci seorang hamba, maka Allah akan memanggil Jibril dan berfirman,
“Sesungguhnya Aku membenci si Fulan, maka bencilah ia.”
Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,
“Kemudian Jibril pun membencinya dan menyeru kepada penghuni langit,
sesungguhnya Allah telah membenci si Fulan, maka bencilah ia.”
Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wasallam bersabda,
“Kemudian mereka pun membencinya
dan setelah itu kebencian baginya akan diletakkan di bumi”
Dari Aisyah, Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah adalah
orang yang suka menentang (mendebat) perintah Allah”
Wahai saudaraku..
Demikian tinggi kedudukan cinta & benci hanya karena Allah saja
Sungguh merupakan salah satu sifat yang harusnya kita pun memiliki
Mereka orang-orang yang menjadikan rasa cinta & bencinya hanya karena Allah
mereka itu termasuk orang-orang yang mengharap keridhaan-Nya
Rahmat-Nya… Pertolongannya…
Juga surga.. yang luasnya seluas langit dan bumi
-fastabiqul khayrat : mari berlomba-lomba dalam kebaikan-
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah 148)
Referensi : Min Muqawimah an Nafsiyah al Islamiyyah